Selasa, 18 November 2008

Dian dan Uta Karamba


CERITA ini sebenarnya terjadi dua bulan lalu. Saya (firman) transit lagi di Bali menuju Bima. Mudik kali ini untuk hajatan adik bungsuku yang menikah.

Kunjungan kali itu cuma sendirian makanya leluasa menjelajahi Kuta dan Denpasar. Sampai-sampai ke rumahnya Dian pun tak perlu pake di antar atau dijemput oleh Dian. Lagi pula gampang kok yang mau nyari rumahnya Dian.

Tiba di rumahnya Dian yang luas, sepi, dan rada angker, sudah sore Dian lagi mandi..untung aja ada keluarga kampungnya Dian sehingga bisa langsung sama dengan nggahi mbojo sehingga mereka tak perlu takut yang datang ini orang aneh...

Cerita ini dan itu terangkai hingga jelang jam 9 malam. Kami cerita dari ngegosipin Morbios yang lain hingga diskusi soal wacana kenegaraan, dari omongin soal keluarga masing-masing hingga tatanan masyarakat Makassar dan Denpasar, dari soal kerjaan sampai peluang bisnis yang mau dikerjasamakan, pokoknya cerita dengan orang cerdas gak ada abisnya deh...

Namun yang berkesan selain soal cerita ini dan itu tadi yakni jamuan makan Dian. Ueeenank bos...uta karamba (ikan keringnya) Dian. Bayangkan lauk pake uta karamba pake jeruk nipis, ada sambal terasi dan sambal ala mbojo itu tuh yang lalapan tomat, mentimun dll plus...sayur bening dan lainnya...Pokoknya keringat mengucur....da ajiiib.

Tidak ada komentar: